Ruby on Rails on Oracle Middleware : a Platform For End-to-End Solutions

 

WGS Participating in RailsConf Portland 2013

Permen outsourcing baru & industri IT

Peraturan menteri (Permen) mengenai outsourcing baru diteken oleh Menteri  Tenaga Kerja dan Transmigrasi  Muhaimin Iskandar minggu lalu. Diberitakan bahwa outsourcing hanya boleh terbatas pada lima macam pekerjaan yaitu jasa kebersihan, keamanan, katering, transportasi, dan pertambangan dan migas.

Nah, bagaimana dengan IT? Menurut Pak Menteri, selain lima jenis pekerjaan tersebut, perekrutan adalah dengan pola pemborongan yang menggunakan sub-kontrak perusahaan atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu.

Apakah artinya semua jasa yang menggunakan mandays (time & materials) tidak lagi diperbolehkan?
Menurut pemahaman saya, maka apabila sebuah perusahaan mencharge fixed fee yang dihitung  di awal berdasarkan estimated mandays atau manhours, itu OK.
Namun, apabila sebuah perusahaan mencharge fee berdasarkan mandays atau manhours yang telah dikerjakan karyawannya dan dihitung belakangan, itu tidak OK.

Merupakan praktek wajar di dunia IT untuk sebuah perusahaan mencharge secara periodik (misalnya bulanan) berdasarkan mandays atau manhour yang telah dikerjakan oleh engineernya selama periode tersebut. Dan kalau berdasarkan peraturan ini berarti praktek wajar ini sebetulnya tidak lagi diperbolehkan!

Untuk mensiasatinya, sepertinya mudah, hanya perlu merubah sedikit kontrak dengan client yang tadinya time & material menjadi borongan (fixed-fee), namun dengan klausal refund atau extra charge tergantung dengan mandays yang akhirnya dikerjakan. Saya bukan orang hukum tentunya maka saya memang telah berkonsultasi dengan Aspiluki mengenai ini.

Anyway, peraturan baru ini terkesan kurang memperhitungkan industri IT (dan industri lain yang memang kecil dibanding industri manufakturing).  Seperti banyak peraturan lainnya, bila sebuah peraturan tidak logis maka tidak akan diikuti oleh pelaku industri.

Saya berharap akan ada revisi terhadap Permen ini. Outsourcing itu menurut saya tidak haram, asal dipraktekkan dengan hati nurani, baik oleh perusahaan penyedia jasa maupun perusahaan pengguna.

MoU signing with Assefseer

Mr. Khalid Al Holan, CEO of Assefseer, visited us in Bandung. A weeklong meetup results in a partnership between his company and WGS, to offer scalable and reliable solutions to enterprises worldwide. MoU is signed at Hotel Padma, which boasts a magnificent view. We wish to again enjoy the view in the same hotel, this time to celebrate the success of our partnership :)

Catching up with American programmers

More than three years ago we worked with a US client who besides outsource some part of their work to us, also employ full-time local American developers. I know these developers personally and I know they are superb - not only the code is awesome, but also they are creative, initiative, and have a strong sense of discipline and responsibility.

Dealing with a difficult client

Before I was about to write this post I googled 'how to deal with a difficult client' and I know there are a lot of good information out there already, so I'd like to keep this post brief, and begin with a story :)

It's a People business, not an IT business

Many times in the past several months, we have to turn down new prospective clients because we dont have enough resources. And after we do have the resources available, most of those clients have found someone else.

Hiring engineers

Is indeed difficult.

Elance is a bloody ocean

I joined Elance to find new outsourcing clients several weeks ago.

    Newsroom Subscription

    Popular Post